Musik lahir dari kebutuhan dasar manusia untuk mengekspresikan perasaan dan berkomunikasi. Pada masa prasejarah, manusia menggunakan benda-benda di sekitar seperti batu, tulang, atau kayu untuk menghasilkan bunyi. Bunyi ini awalnya tidak disebut “musik”, melainkan bagian dari kegiatan sehari-hari: memanggil, memberi tanda bahaya, atau mengiringi ritual.
Musik prasejarah tidak mengenal notasi. Semua diwariskan secara lisan, dari generasi ke generasi.
Seiring waktu, musik menjadi bagian dari budaya setiap masyarakat. Bentuk dan perannya sangat dipengaruhi oleh kepercayaan, lingkungan, dan struktur sosial masing-masing.
Musik tidak pernah lahir sendirian. Ia selalu mengikuti budaya, dan budaya itu sendiri dibentuk oleh agama, politik, perang, perdagangan, dan kekuasaan. Kalau suatu bangsa menang, musiknya ikut tersebar. Dari situlah musik berubah dari sekadar tradisi lokal → menjadi sejarah yang berlaku global.